Anak Berkebutuhan Khusus Saat Pandemi Covid-19 #FBBKolaborasi

anak berkebutuhan khusus dimasa pandemi covid-19

Masa Pandemi Covid Bersama Anak Berkebutuhan Khusus – Hai semua… Kali ini aku mau menulis tentang kegiatan dirumah untuk anak berkebutuhan khusus dengan keterbatasan gerak. Selama masa dirumah aja yang diperintahkan oleh pemerintah saat pandemi covid-19 ini. Sudah sekitar 2 minggu ini aku tidak ada membuat postingan diblog ini. Sehingga aku ikutan FBBKolaborasi agar termotivasi untuk menulis. Karena Jujur saja, selama masa dirumah aja ini produktifitasku dalam menulis itu menurun. salah satu penyebabnya adalah karna yang dulu nya beli makanan diluar, sekarang jadi masak sendiri terus. Selain itu aku juga harus melakukan latihan terapi kepada anakku lebih ekstra dari hari biasanya. Sesuai yang diajarkan terapis anakku pada video yang aku rekam. Ettaapiii…. Itu semua sesunguhnya hanya alasan saja, wehehe.

Terbawa suasana kaum rebahan

Sebenarnya karna aku nya aja yang malas nulis, terbawa suasana uring uringan. Karna kalau dihitung – hitung sebenarnya terlepas adanya kegiatan yang aku bilang tadi itu. Sebenarnya masih banyak waktu kok buat nulis, buktinya aku bisa yoga 2x sehari. Dimana pada saat sebelum pandemi ini Biasanya Cuma bisa yoga pagi aja. Menurutku yoga ini sangat membantu menyehatkan mental disaat pandemi covid-19  ini. Ketika otak kita setiap harinya menerima berbagai kabar yang memunculkan rasa panik tentang covid-19 sekarang ini. Karena sebagai orang tua yang merawat anak berkebutuhan khusus. Kewarasan mental adalah hal utama yang harus dimiliki, agar anak kita pun merasa bahagia.

Baca Juga : Kebiasaan Baru Setelah Covid-19

Terhitung sudah sebulan penuh aku dan anak ku dirumah saja tidak kemana – mana. Sejak sekolah terapi anakku diliburkan. Sejak tanggal 9 maret 2020 hingga aku membuat postingan fbb kolaborasi hari ini 10 april 2020. Bosan? Jelas sangat bosan, karna biasanya setiap hari pasti keluar rumah, untuk mengantar anak terapi ataupun sekedar beli jajan. Tapi sebosan apapun harus bersabar, dan terus berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Disini, dikota Banjarmasin dikatakan pemerintah sudah menjadi zona merah dengan kasus positif covid-19 yang semakin meningkat.

Covid-19 ini merupakan virus yang gampang menular, sehingga kita harus maksimalkan ikhtiar agar terhindar dari virus tersebut. Seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, berdoa semaksimal mungkin dan mematuhi aturan pemerintah untuk tidak keluar rumah. Merawat anak berkebuhan khusus saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini bukanlah hal mudah. Dikarenakan kondisinya yang berbeda dengan anak lain nya.

Tidak Ada Sekolah Online

Ketika anak lainnya mendapatkan sekolah online, anak berkebutuhan khusus tidak bisa mendapatkan sekolah online. Sehingga para orang tua yang menjadi pendamping anak berkebutuhan khusus. Haruslah memiliki ekstra ide untuk membuat keseharian anaknya tidak menjadi hal yang membosankan. Serta tidak lupa memberikannya latihan terapi. Untuk mempertahankan kualitas kehidupan anak berkebutuhan khusus agar tidak menurun.

Walaupun sering kali aku sendiri merasa sangat bosan. Namun, Aku sendiri berusaha mengupayakan agar anakku selalu bahagia dan tidak bosan selama berada dirumah.  Dalam rangka menulis dengan FBB kolaborasi ini. Aku mencoba berbagi beberapa kegiatan yang aku lakukan untuk meminimalisir kebosanan pada anakku.  Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus dirumah seperti :

Latihan Terapi dirumah

Latihan terapi dirumah, baik itu fisioterapi, okupasiterapi maupun terapi wicara. Merupakan hal yang wajib dilakukan setiap harinya untuk anak berkebutuhan khusus dimasa pandemi ini. Sesuai dengan arahan yang diberikan oleh terapis anak kita. Karena anak berkebutuhan khusus (khususnya global development delay)  jika sehari saja tidak latihan biasanya akan terjadi kekakuan. Untuk anakku aku melakukan tiga macam terapi setiap hari nya. Pagi hari setelah mandi fisioterapi dan memasangkan sepatu dennis brown splint. Lalu siang hari aku lakukan latihan terapi wicara saat siang hari sambil bermain di high chair nya. Dan sore hari selesai mandi aku lakukan latihan okupasi terapi. Masing – masing hanya aku lakukan sekitar 15 menit saja. Biasanya jika sekolah, haneen terapi 1 macam terapi per harinya dengan durasi 1 jam. Walaupun latihan yang aku berikan tidak se optimal terapis nya. Namun, setidaknya aku ada memberikan latihan dan membuat tubuhnya bergerak, agar meminimalisir kekakuan pada ototnya.

Berikan berbagai permainan yang bervariasi

Berbeda dengan anak normal yang dapat bermain dan mengeksplorasi segala apa yang ada dirumah dengan gerakan yang aktif dan beragam. Anak berkebutuhan khusus sangatlah terbatas dalam pergerakan maupun pemahaman nya dalam hal eksplorasi dan bermain. Sehingga orang tua harus bisa memberikan permainan ataupun kegiatan yang bervariasi. Agar membuat mood nya lebih ceria. Karena anak berkebutuhan khusus memiliki keterbatasan gerak untuk bermain, maka orang tua lah yang membuatkan permainan yang bervariasi untuknya. Misalkan hari ini anak bermain duduk di highcair. Kemudian besoknya lagi kita lakukan permainan di playmat nya, dan seterusnya.

Perah suatu ketika, saat memasuki satu minggu berada dirumah. Anakku sudah mulai bosan dan selalu menangis ingin keluar rumah. Tapi aku hanya mengendong nya keruang tamu saja dan melihat sambil melihat pemandangan diluar rumah melalui kaca. Yang kemudian membuat anaku masih tetap bosan. Sehingga aku mencoba melakukan kegiatan yang berbeda bersama anakku agar dia tidak merasa bosan. Seperti meletakkan nya di strolelr lalu mendorong nya keliling rumah dan membuatnya tertawa terbahak bahak.  Mengajaknya berenang dikolam kecilnya dirumah. membacakan buku cerita untuknya. Serta berbagai permainan yang dapat dilakukan di high chair seperti main kertas berwarna,berbagai mainan kayu, dan bermain beras. Dan aku bersyukur beberapa hariini dirumah, mood anakku lebih stabil dan tidak ada lagi menangis bosan.

Mengatur tidur anak cukup dimalam hari

Yuupii..  Aku rasa kita semua setuju deh. Tidur yang cukup itu sangatlah berpengaruh pada mood  anak kita. Untuk anak berkebutuhan khusus sendiri hal itu lumayan sulit. Namun sebagai orang tua kita harus bisa mengatur jam tidurnya agar tidak berantakan. Aku sendiri mengatur waktu tidur untuk anak malam hari biasanya jam 9 malam (setelah jadwal minum obat). Agar tidur tepat waktu, aku usahakan agar dari sore hingga jam 9 tersebut anakku tidak tidur. Seperti mengajaknya bermain, bercanda dan kagiatan lain. Saat jam memasuki jam setengah 9 aku lakukan pijat baby spa agar badan nya rilex dan tertidur lelap hingga pagi. Dan hasilnya alhamdulillah anakku teratur jam tidur nya. Begitu juga untuk siang hari aku usahakan untuk teratur waktu tidurnya. Karena jika waktu tidurnya terganggu, maka anak akan mudah rewel dan bad mood. Hal tersebut akan membuat orang tua kelelahan dan rentan munculnya stress.

Selain beberapa kegiatan yang membuat anak tidak bosan dirumah. Ada beberapa hal penting juga yang harus kita lakukan sebagai orang tua. Yang menjadi pendamping anak berkebutuhan khusus.

Menyiapkan makanan yang bergizi

Saat pandemi penyakit seperti sekarang ini. Makanan yang bergizi merupakan salah satu hal penting untuk semua seorang anak berkebutuhan khusus. Dikarenakan kebanyakan anak berkebutuhan khusus memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibandingkan anak normal. Sehingga kita sebagai orang tua yang mendampingi mereka harus benar – benar menyajikan makanan yang bersih dan seha. Selain itu pemberian vitamin tambahan juga mungkin diperlukan dengan konsultasi dan saran dari dokter. Agar tidak berpengaruh pada obat – obatan yang rutin diminumnya sehari – hari. Namun, bukan hanya untuk anak. Jangan lupa kita sebagai orang tua yang mendampingi mereka haruslah menjaga makanan yang sehat dan bersih. karna kita merupakan titik tumpu mereka yang hampir semua kegiatannya harus kita bantu.

Baca Juga : Perawatan Gigi anak pengguna NGtube

Menjaga kesehatan mental pendamping

Disaat masa pandemi covid-19 ini aku merasa merupakan masa yang rentan stres, baik itu karna kebosenan dirumah maupun karena gempuran informasi yang memunculkan rasa panik dan ketakutan didalam fikiran kita. Mencoba untuk tenang dan berfikiran positaif adalah cara yang tepat dalam menjaga kesehatan mental. Karena, sebagai orang tua yang mendampingi anak berkebutuhan khusus mental dan perasaan kita sangatlah berpengaruh terhadap kecemasan dan kebahagiaan anak kita. Dimana anak berkebutuhan khusus sangatlah sensitif dan peka terhadap perasaan orang sekitarnya, terutama kita yang 24 jam bersama mereka dalam jarak yang sangat dekat.

Menjaga kebersihan sebaik mungkin

Seperti anjuran WHO dan pemerintah selama masa pandemi covid-19 ini, kita semua harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan. Baik itu kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan rumah. Jujur aku sendiri menjadi lebih ekstra rajin dibandingkan hari biasanya dalam membersihkan rumah.  Biasanya aku hanya menyapu da mengepel dan menyapu rumah setiap pagi selesai sholat subuh. Namun, dimasa pandemi ini seringkali pagi sore rumah aku bersihkan, sore setelah selesai yoga biasanya sekalian aku bersihin rumah. Karena sore hari dimasa pandemi ini merupakan waktu lengang untukku, biasanya sore hari aku masih dijalan pulang dari sekolah terapi anakku.

Untuk menjaga kebersihan, setiap hari nya suamiku hanya keluar masuk rumah sekali saja, biasanya langsung sekalian beli berbagai keperluan rumah. Setiap datang dari luar, sebelum masuk rumah suamiku cuci kaki dan tangan di depan rumah lalu masuk jalan pintu samping rumah. Dilepasnya semua baju dan peralatan, sisa menggunakan baju singlet dan celana dalam. Lalu langsung masuk kamar mandi untuk mandi. Sedangkan aku menyemprot semua baju dan peralatan suamiku dengan cairan desinfektan. Setelah itu langsung memasukan bajunya kedalam mesin cuci. Sedangkan anakku semenentara berada dalam kamar yang aku tutup pintunya. Semua usaha ini aku lakukan yang terbaik. Sambil memohon pada tuhan agar kami sekeluarga dilindungi dari berbagai penyakit.

Berkomunikasi dengan dokter dan terapis

Yang terakhir yaitu hal yang sangat penting dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus dimasa pandemi covid-19 ini. Walaupun jadwal terapinya diliburkan. Namun, kita harus tetap terus berkomunikasi dan berkonsultasi tentang kondisi anak kita dengan terapisnya. Selain itu untuk anak – anak yang mengalami syndrome epilepsi seperti anakku. Yang harus kontrol dan menentukan dosis obat dengan dokter spesialis saraf. Melakukan konsultasi via whatsapp ataupun media lainnnya merupakan hal yang wajib dilakukan. Aku sendiri membeli timbangan digital untuk anakku. Agar memudahkan dokter untuk menentukan dosis obatnya, karena dosis obatnya ditentukan menurut usia dan berat badan.

Memang kita sekarang berada dimasa – masa sulit dalam segala hal. Namun, kita harus tetap bersemangat dan lakukan segala yang kita bisa semaksimal mungkin. Aku berharap, semoga pandemi ini segera berakhir dan kondisi kembali seperti semula. Agar kita semua dapat beraktifitas dengan normal. Semoga postingan FBB kolaborasi  kali ini dapat bermanfaat bagi banyak orang khususnya untuk para orang tua pendamping anak berkebutuhan khusus. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu.

Terimakasih sudah membaca.

See you

putri haneen dot com

12 thoughts on “Anak Berkebutuhan Khusus Saat Pandemi Covid-19 #FBBKolaborasi”

  1. Tetap semangat ya putri. Khususnya mendampingi buah hati. Inshaallah indah pada waktunya. Semoga wabah ini segera berlalu juga, biarkita kembali ke aktivitas normal lagi
    Aamiin

  2. Luarbiasa Mbak Putri, pandemi ini tdk menghalangi langkah utk terus berjuang mendampingi anak tercintabya. Semoga keluarga Mbak Putri selalu diberikan kesehatan oleh Allah. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top